lepaskan puntung rokokmu di awal azan subuh

biar abunya terpisah dari bara yang menyala

lepaskan resahmu dihujung gobok bisu

biar dimamah memori malam tanpa purnama

 

lepaskan nafsumu di dalam karpet gebu-gebumu

biar terhenti nafas yang tercungap

lepaskan bimbang pada air yang berlalu

andai benci itu bisa kau rentap

 

blues Ramadanku bernyanyi

hanya terhenti disapa Maghrib!